Serial #DeadPressSociety mengungkap berbagai bentuk pembungkaman pers yang terjadi di bawah pemerintahan Prabowo Subianto. Mewawancarai lebih dari 70 pekerja dan eks pekerja dari 37 media berbeda sejak Desember 2025, reporter-cum-editor Project Multatuli, Viriya Singgih, mengajak kita mengarungi bermacam bentuk ancaman fisik, politik dan bisnis ke jantung media-media di Indonesia oleh orang-orang Prabowo. Kami merilis artikelnya secara bertahap. Judul pertama "Hari-Hari Omong Kosong" merujuk plesetan populer pada Menteri Penerangan Harmoko yang getol memberedel media massa nasional di era Orde Baru. (Ilustrasi Aan K. Riyadi)
Dukung kami untuk terus menyajikan serial liputan yang melayani masyarakat terpinggirkan dan mengawasi kekuasaan agar tidak ugal-ugalan.

Badan Komunikasi Pemerintah Prabowo Subianto menjelma bak Departemen Penerangan Orde Baru. Mengontrol akses informasi, mengancam redaksi, dan memproduksi narasi konspiratif.

Seskab Letkol Teddy Indra Wijaya minta wartawan memberitakan yang baik-baik saja, mengancam ruang redaksi saat tidak suka dengan isi pemberitaan.

Jokowi pakai orang tertentu buat mengawasi ruang redaksi dari luar; sekarang orang-orang Prabowo sudah masuk ke ruang redaksi, mengawasi dari dalam.