Diskriminasi masih menjadi pisau tajam yang menyayat hak-hak dasar kelompok minoritas, baik gender, agama, fisik, dan non-fisik. Komunitas LGBTIQ+ misalnya, kerap menjadi korban pelecehan verbal atau fisik; kelompok disabilitas kerap terbatas mengakses hak pendidikan, pekerjaan, dan pelayanan kesehatan. Di sisi lain, minoritas agama sering mengalami tekanan sosial, pengucilan, dan bahkan tindakan diskriminatif melarang kebebasan menjalankan kegiatan keagamaan. Serial reportase #HakMinoritas hadir untuk mengangkat beragam topik penting itu, memberikan pemahaman lebih inklusif demi mewujudkan hak-hak setiap individu untuk hidup dengan martabat dan kesetaraan. (Project M/Dok JAI)
Dukung kami untuk terus menyajikan serial liputan yang melayani masyarakat terpinggirkan dan mengawasi kekuasaan agar tidak ugal-ugalan.

NAMANYA Carahanna Marianne. Biasa dipanggil Cara. Aku mengenalnya lima tahun lalu saat kami tergabung grup percakapan komunitas queer di jejaring media sosial. Dalam waktu cepat, kami jadi teman akrab. Kami berdua adalah transpuan. Carahanna adalah nama yang dipakainya sejak memutuskan…

Sembari kedua tangan saling menggenggam dalam sikap doa, Deni Tumangger merunduk. Keningnya bersandar di kepalan tangan, terdiam lama, mendalami bait-bait liturgi yang dituturkan sintua di hadapannya. Kemudian digapainya buku pujian, atau “buku ende”, membuka lembaran ke sekian, lalu serentak dengan…

PAGI itu, asrama Transito cukup ramai. Di samping warung kecil berdinding tripleks, tak jauh dari pintu masuk asrama, lima anak sedang asyik bermain. Di dekatnya pedagang “batagor telur” memarkirkan motor, berharap anak-anak membeli dagangannya. Sementara penghuni asrama larut dalam aktivitas…

Tulisan ini mengandung kata-kata eksplisit yang kami pertahankan demi menghargai proses batin narasumber. Artikel ini kami kecualikan dari lisensi Creative Commons (tidak bisa direpublikasi) atas permintaan narasumber. Masih jelas dalam ingatan Rafa, saat-saat ia selalu bergegas melipat mukena tiap kali…