Serial #RezimGagapDarurat menelusuri kegagalan negara melindungi dan memulihkan kehidupan warga Sumatra setelah banjir dan longsor besar melanda pada November 2025. Dari bantuan yang tersendat hingga rekonstruksi yang kalah cepat dengan proyek-proyek ambisius pemerintah, serial ini menunjukkan bagaimana penyintas dibiarkan berjibaku sendiri menyambung hidupnya jauh setelah bencana berlalu. (Foto: Mafa Yulie Ramadhani)
Dukung kami untuk terus menyajikan serial liputan yang melayani masyarakat terpinggirkan dan mengawasi kekuasaan agar tidak ugal-ugalan.

Sawah-sawah di dua desa terdampak banjir dan longsor di Tapanuli Tengah masih terlantar. Kayu-kayu gelondongan dari area pegunungan juga pasir dan bebatuan dari sungai masih menutupi lahan-lahan yang menjadi sumber penghidupan warga. Bantuan alat berat tak lagi datang, begitu juga…

Pejabat dari Jakarta, juga pemerintah daerah, mengklaim kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Banjarbaru dan sekitarnya tidak parah karena asap cepat pergi. Namun bagi warga, karhutla tahun ini adalah yang paling melelahkan. MATAHARI di Jumat siang pekan lalu, sedang…

Sembilan bulan pasca-bencana banjir Sumatra, pembangunan dan proses pemulihan bagi korban berjalan sangat lambat. Di beberapa desa di Aceh Tamiang, pembangunan huntara sudah dimulai. Namun, pembangunan minim partisipatif warga sehingga hak-hak dasar penyintas belum sepenuhnya terpenuhi. SEBUAH LEMARI KAYU tanpa…

“Saya tidak tahu sampai kapan kami akan begini.” — Satu pagi di Juni 2026, di bawah matahari yang mulai terik, Masdalipah Hasibuan (50) dan enam perempuan lain sibuk mengisi bak mobil pikap dengan pecahan-pecahan batu dari satu sungai di Hutanabolon,…

Setelah combo siklon Senyar dan kerusakan hutan meluluhlantakkan banyak daerah di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat pada November 2025 lalu, Presiden Prabowo Subianto berkunjung ke beberapa daerah di sana. Ia hendak memastikan bahwa penanganan pascabencana benar-benar dilakukan dengan baik.…