Tentang Kami

Gerakan Jurnalisme Publik

Project Multatuli adalah sebuah inisiatif jurnalisme untuk melayani yang dipinggirkan demi mengawasi kekuasaan agar tidak ugal-ugalan. Kami melayani publik dengan mengangkat suara-suara yang dipinggirkan, komunitas-komunitas yang diabaikan, dan isu-isu mendasar yang disisihkan.

Project Multatuli adalah jurnalisme nonprofit, menyajikan laporan mendalam berbasis riset dan data, dalam bahasa Indonesia dan Inggris. Kerja-kerjanya menekankan kolaborasi antarmedia maupun dengan berbagai organisasi yang meyakini nilai-nilai yang sama dengan kami: demokrasi, kemanusiaan, keadilan sosial, keberlanjutan bumi, dan kesetaraan hak.

Kami membuka sindikasi seluas-luasnya ke jaringan media nasional maupun lokal serta internasional dengan prinsip lisensi Creative Commons.

Kami adalah reporter, editor, videografer, jurnalis data, desainer kampanye digital, di antara hal lain, yang bekerja dalam prinsip independen, adil, dan akurat.

Kami membuka peluang-peluang pendanaan baik dari publik maupun yayasan nirlaba yang punya satu kesamaan visi dan prinsip memperkuat demokrasi, membongkar kejahatan dan ketidakadilan sistematis, dan menyingkap kekuasaan yang ugal-ugalan.

 

Mengapa Multatuli?

Nama Project Multatuli digamit dari bahasa Latin, artinya: “Saya banyak menderita”.
Multatuli dikenal sebagai nama pena Eduard Douwes Dekker, penulis Max Havelaar, yang dijuluki sebagai “buku yang membunuh kolonialisme” oleh Pramoedya Ananta Toer.
Kami memakai Multatuli sebagai nama proyek kami, sebuah organisasi jurnalisme pelayan publik yang fokus memberi suara pada mereka yang sudah banyak menderita, di antaranya kaum miskin kota dan desa, korban diskriminasi seks dan gender, dan masyarakat adat, serta membongkar ketidakadilan sistematis yang belum banyak berubah sejak zaman kolonial.

 

Tim Kami

Pendiri

Ahmad Arif

Wartawan di harian Kompas. Karyanya banyak mengangkat isu sains, bencana, dan lingkungan, yang membawanya pada sejumlah penghargaan, di antaranya Mochtar Lubis Award dari Lembaga Studi Pers dan Pembangunan (LSPP) pada 2008 dan 2009, serta Gold Medal dari World Association of Newspapers and News Publisher (WAN-IFRA) untuk proyek Ekspedisi Cincin Api. Menulis beberapa buku, termasuk Jurnalisme Bencana, Bencana Jurnalisme (KPG, 2010) dan Masyarakat Adat & Kedaulatan Pangan (KPG dan Kemitraan, 2021). Arif adalah Japan Foundation Fellow pada 2013-2014 di Wako University.

Ary Hermawan

Editor-at-large di The Jakarta Post. Sebelumnya menjabat sebagai wakil direktur di Amnesty International Indonesia. Ary adalah penerima beasiswa Fulbright dan menyelesaikan gelar master di bidang jurnalisme di University of Arizona. Saat ini Ary melanjutkan studi untuk mendapatkan PhD di University of Melbourne.

Evi Mariani

Dari 2018 sampai Januari 2021 adalah Managing Editor di The Jakarta Post, tempat ia bekerja selama 18 tahun. Bersama dengan beberapa wartawan dari media lain, Evi menerima Excellence in Public Service Journalism Award dari Society of Publishers in Asia (SOPA) pada 2020 dan Tasrif Award 2020 dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) untuk kerja kolaborasinya #NamaBaikKampus. Evi adalah Hubert Humphrey Fellow pada 2011-2012 di University of Maryland. Menyelesaikan gelar master Urban Studies di Universiteit van Amsterdam pada 2007.

Fahri Salam

Hingga Juli 2021, berperan sebagai Redaktur Utama di Tirto.id. Karya kolaborasinya mendapatkan Excellence in Public Service Journalism Award dari Society of Publishers in Asia (SOPA) pada 2020 dan Tasrif Award 2020 dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI). Email: [email protected]

Penasihat

Amalinda Savirani

Dosen dan Kepala Program Doktoral di Departemen Politik dan Pemerintahan di Universitas Gadjah Mada (UGM). Amalinda menyelesaikan gelar doktornya di Universiteit van Amsterdam.

Ati Nurbaiti

Merupakan editor senior di The Jakarta Post, tempatnya berkarya dalam jurnalisme selama lebih dari 20 tahun. Pernah menjabat sebagai ketua Aliansi Jurnalisme Independen (AJI) dan merupakan salah satu pendiri Bung Hatta Anti-Corruption Award.

Herlambang P. Wiratraman

Direktur Pusat Studi Hukum HAM (HRLS) 2015-2019 dan Dosen Departemen Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Airlangga. Menyelesaikan gelar doktor di bidang hukum di Leiden University.

Maria Hartiningsih

Wartawan Kompas selama 31 tahun sejak 1984. Penerima Yap Thiam Hien Award pada 2013. Dikenal karena tulisan-tulisannya yang menjadi dasar bagi jurnalisme yang sensitif gender di Indonesia.

Staf

Evi Mariani

Pemimpin Umum dan Redaktur Project Multatuli English

Mantan Managing Editor di The Jakarta Post. Bersama dengan beberapa wartawan dari media lain, Evi menerima Excellence in Public Service Journalism Award dari Society of Publishers in Asia (SOPA) pada 2020 dan Tasrif Award 2020 dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) untuk kerja kolaborasinya #NamaBaikKampus. Email: [email protected]

Fahri Salam

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab

Hingga Juli 2021, berperan sebagai Redaktur Utama di Tirto.id. Karya kolaborasinya mendapatkan Excellence in Public Service Journalism Award dari Society of Publishers in Asia (SOPA) pada 2020 dan Tasrif Award 2020 dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI). Email: [email protected]

Mawa Kresna

Redaktur Pelaksana

Mantan Chief Content Officer di Haluan. Sebelumnya editor di Tirto.id dan pernah menjadi jurnalis di Rappler dan Merdeka. Mawa adalah Editorial Manager di Indonesian Data Journalism Network (IDJN). Email: [email protected]

Yuliasri Perdani

Konsultan Pengembangan Audiens

Sampai awal tahun 2021 bekerja sebagai Multimedia Editor dan memimpin unit Mobile Journalism di The Jakarta Post. Sebagai editor Yuliasri mendesain artikel interaktif di The Jakarta Post dan berhasil meningkatkan engagement di akun Instagram resmi The Jakarta Post. Email: [email protected]

Devina Heriyanto

Manajer Membership

Hingga 2020 bekerja di The Jakarta Post untuk menulis artikel explainer dan mengembangkan media sosial. Devina juga mengelola tulisan-tulisan dari pembaca untuk rubrik "Community". Sebelum bergabung di Project Multatuli, Devina bekerja di bidang komunikasi untuk industri nonmedia. Devina suka membaca dan rekomendasi bukunya bisa ditemukan di #DevinaReads di Instagram. Email: [email protected]

Zulfikar Arief

Desainer Kampanye Digital

Pernah bekerja sebagai desainer grafis di Djakarta Magazine. Tahun 2013 memutuskan untuk menjadi desainer lepas dan terlibat beberapa festival seperti Jakarta Biennale (2013, 2015, 2017, 2021), Festival Teater Jakarta (2016), Jakarta International Literary Festival (2019), Synchronize Festival (2016, 2017, 2018), dan beberapa festival lainnya. Email: [email protected]

Ricky Yudhistira

Redaktur Foto

Pernah menjadi fotografer di The Jakarta Post, asisten produser di Associated Press Television News, dan penulis di Pikiran Rakyat. Karya fotografinya masuk dalam buku berjudul Headliners, berisi foto-foto pilihan yang pernah tayang pada halaman depan harian The Jakarta Post sepanjang 35 tahun (1983 - 2018). Email: [email protected]

Permata Adinda

Penulis

Menjadi jurnalis sejak 2018. Selain di Project Multatuli, tulisan-tulisannya juga pernah diterbitkan di The Jakarta Post, Tirto.id, dan Jurnal Ruang. Email: [email protected]

Viriya Singgih

Penulis

Pernah menjadi jurnalis di Bloomberg News dan di The Jakarta Post. Berpengalaman meliput berbagai isu, termasuk energi, pertambangan, ekonomi makro, dan politik. Tahun 2015 ia menulis buku Menjejal Jakarta: Pusat dan Pinggiran dalam Sehimpun Reportase yang disunting oleh Fahri Salam. Email: [email protected]

Ellyne Hutajulu

Administrasi dan Keuangan

Menamatkan pendidikan Sarjana Ekonomi dari Universitas Advent Indonesia dan menjadi Finance and Admin Coordinator di Yayasan Plan International Indonesia di Program Manajemen Risiko Bencana. Bekerja untuk Indonesian Data Journalism Network (IDJN) sebagai Finance and Admin Officer.

Relawan

Alfa Gumilang

Sejak 2016 membangun usaha kolektif bernama Amygdala Publicist, mempromosikan film-film di bioskop atau di platfom digital, dan terlibat di beberapa festival film seperti Madani Film Festival dan Indiskop Film Festival.

Karina M. Tehusijarana

Mantan Deputi Editor The Jakarta Post. Di sana, ia kerap meliput isu politik, hukum, dan hak asasi manusia. Lulus dari Columbia Journalism School pada 2016 dengan gelar master untuk studi jurnalistik.

Margareth S. Aritonang

Seorang jurnalis di The Gecko Project. Sebagai jurnalis, Margaret berfokus pada isu politik, kebijakan publik, HAM dan keamanan di Indonesia. Peraih beasiswa Chevening dengan gelar master dalam bidang Culture and Conflict in Global Europe dari the London School of Economics and Political Science.

Muammar Fikrie

Bekerja sebagai jurnalis untuk Beritagar.id selama delapan tahun. Pada 2020, ia ikut mendirikan Arungkala, perusahaan konten serta kampanye digital yang telah menangani berbagai bidang isu, seperti lingkungan, pengasuhan anak, dan gerakan antikorupsi.

Sita Dewi

Dosen jurnalistik di Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Mantan Deputi Editor The Jakarta Post. Meraih gelar master untuk Studi Asia Pasifik dari Australian National University pada 2017.

Wan Ulfa Nur Zuhra

Pendiri Indonesian Data Journalism Network (IDJN). Telah mengerjakan sejumlah liputan investigasi, termasuk soal kasus kekerasan seksual di kampus-kampus Indonesia yang terbit di Tirto.id pada 2019. Liputan tersebut meraih Excellence in Public Service Journalism Award dari Society of Publishers in Asia (SOPA) pada 2020. Sebagai penerima beasiswa Chevening, ia meraih gelar master untuk studi Jurnalisme Data dari Birmingham City University pada 2018.

Desain Logo: Cecil Mariani
Desain Web: Wok the Rock
Web Developer: ScriptMedia

Project Multatuli
Nomor Badan Hukum: AHU-0025479.AH.01.01.TAHUN 2021
Alamat: Jl. Kebayoran Lama No. 18CD, RT.004/RW.004, Kel. Grogol Selatan,
Kec. Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Prov. DKI Jakarta
Email: [email protected], [email protected]