#ProyekSengsaraNasional

Menelusuri jejak sengsara akibat Proyek Strategis Nasional (PSN)
Nasrul Kalimantan Utara
Warga terdampak Kawasan Industri Hijau Indonesia

Babi-babi kami sudah habis. Ikan-ikan kami sudah mati. Laut-laut kami dicemari. Gunung-gunung kami digusur.

Siapa yang merusak alam kami di Kalimantan? Siapa yang akan bertanggung jawab soal ekosistem kami, soal laut kami, soal hutan kami yang hancur?

Syamsiah Kalimantan Timur
Warga terdampak Ibu Kota Nusantara

Yang bikin kita waswas, status kita ndak jelas. Sementara di kota-kota yang sertifikat rumahnya sudah lengkap saja tetap masih digusur. Kita mau melawan juga ndak bisa.

Kita kekuatannya itu apa? Sedangkan yang di kota-kota masih kalah. Mau melawan pakai apa kita?

Yasinta Moiwend Papua
Warga terdampak Lumbung Pangan Merauke

Kami anggap tanah adalah ibu kami. Aset yang Tuhan sudah berikan. Ketika PSN masuk gusur tanah kami, hutan kami, kami jadi duka. Kami rasa sedih. Kami mau cari makan bagaimana untuk kasih makan anak-anak kami?

Tiamah Kepulauan Riau
Warga terdampak Rempang Eco-City

Jangan gusur kampung tua kami, Pak. Yang lain kami tak minta, Pak. Kami tak menolak pembangunan. Kami hanya ingin tempat leluhur kami, tumpah darah kami.

Sekilas #ProyekSengsaraNasional

Januari 2016, rezim Joko Widodo memperkenalkan skema Proyek Strategis Nasional (PSN), yang memberi setumpuk keistimewaan pada proyek-proyek yang dianggap “strategis untuk peningkatan pertumbuhan dan pemerataan pembangunan”.

Pada praktiknya, skema PSN justru jadi jalan bebas hambatan bagi mereka yang punya uang dan akses ke kekuasaan. Tanpa partisipasi publik, aturan diutak-atik untuk mengebut proyek-proyek berlabel PSN, yang lantas memicu kerusakan lingkungan, konflik lahan, pelanggaran HAM, kriminalisasi, korupsi, dan berbagai masalah lainnya.

Dari sana, publik menggaungkan satire #ProyekSengsaraNasional, yang kami gunakan sebagai judul serial reportase ini.

Atas Nama Pembangunan

Di periode pertama pemerintahannya pada 2014-2019, Jokowi terobsesi membangun infrastruktur dengan mimpi mendorong pemerataan dan pertumbuhan ekonomi.

Mulanya Jokowi menggenjot proyek-proyek perhubungan, utamanya jalan, kereta, dan pelabuhan, juga membangun berbagai bendungan. Setelah kena “demam hilirisasi”, ia banyak membangun kawasan industri.

Saat Jokowi undur diri pada Oktober 2024, ada total 244 proyek dan program dalam daftar PSN.

Catatan: Dalam skema PSN, “program” biasanya menjadi payung yang mencakup lebih dari satu proyek atau intervensi di banyak lokasi sekaligus, bukan satu proyek fisik tunggal.

Penggusuran Skala Nasional

Ratusan PSN butuh investor. Investor butuh kepastian, termasuk soal lahan. Pemerintah menjawab dengan pemaksaan dan kekerasan. Konflik lahan tak terhindarkan.

Pelanggaran HAM Jadi Norma

Komnas HAM menerima 114 aduan pelanggaran HAM terkait PSN pada 2020-2023, entah yang terkait konflik lahan, kekerasan saat unjuk rasa, ataupun ketenagakerjaan. Yang paling banyak dilaporkan: pemerintah sendiri.

Pertumbuhan Ekonomi Tak Berkualitas

PSN adalah bagian dari upaya Jokowi untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi, yang ia harapkan menyentuh 7% selewat tiga tahun pertama berkuasa. Bukan hanya target ini tak pernah tercapai, pertumbuhan ekonomi yang tercipta pun tidak berkualitas. Salah satu indikatornya adalah lapangan kerja.

Sejak Jokowi memperkenalkan skema PSN pada 2016 hingga mengakhiri rezimnya pada 2024, penambahan jumlah tenaga kerja formal per tahun berulang kali kalah oleh tenaga kerja informal atau prekariat yang penuh kerentanan seperti ojek online, kuli bangunan, dan buruh sawit harian. Pengecualian hanya terjadi di beberapa tahun, termasuk tahun-tahun pemilu.

Tongkat Estafet ke Prabowo

Presiden Prabowo Subianto melanjutkan skema PSN warisan Jokowi. Pada September 2025, ia menambah sembilan PSN baru, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Sekolah Rakyat.

Di saat yang sama, Prabowo menghapus dua PSN Jokowi dari daftar: proyek PIK 2 dan program pengolahan sampah menjadi listrik. Sementara itu, proyek lumbung pangan dan energi Merauke diubah statusnya menjadi program.

Desember 2025, Prabowo kembali memasukkan program baru ke daftar PSN. Pertama, pengembangan kawasan swasembada pangan, energi, dan air di lahan hasil penertiban kawasan hutan. Kedua, pembangunan sentra industri garam di NTT.

Di luar itu semua, ada 26 proyek/program lain yang kini berstatus “indikatif”, alias berpeluang masuk daftar PSN ke depannya.

 

PSN Terus Bertambah, Begitu Juga Masalahnya

Berikut sebaran masalahnya:

Temukan kumpulan riset terkait PSN

PSN for Dummies: Andai Aku Jadi Investor PSN

Sebanyak 67 warga Desa Wadas ditangkap polisi setelah menolak penambangan batu andesit untuk Bendungan Bener di Jawa Tengah. Total 518…

24 Juni 2026

Tim Desain Laman Serial PSN :

Permata Adinda (pengembang peta interaktif), Irma Garnesia (periset), Viriya Singgih & Fahri Salam (editor), Mohammad Ikbal (ilustrator), Nona Agave (konsultan UI/UX), Wawan (pengembang web)