Creative Commons License

Daun Telah Jadi Abu (dalam Tiga Kisah)

Ditulis oleh Foto & Teks oleh Video oleh Ditulis oleh Audio oleh
Kirmizi

19/12/2021

Pengerukan masif batubara selama seabad telah menciptakan realita hidup yang keras bagi masyarakat di Muara Enim, salah satu ladang “emas hitam” di Indonesia yang kaya sumber daya alam. Dalam film ini, kisah-kisah orang biasa di area itu berkelindan dalam ruang hidup yang sarat debu pekat, truk-truk bising yang lalu-lalang mengangkut arang, kondisi kerja penuh kerentanan, dan tragedi kemanusiaan.

Film dokumenter ini bagian dari serial reportase #EnergiKotor, terwujud berkat dukungan Earth Journalism Network melalui proyek kolaborasi khusus bertajuk “Available but not Needed”, yang mempertemukan enam media lintas-negara menyingkap kepentingan swasta dan publik mendanai pembangkit berbahan bakar fosil di Asia Tenggara.

Baca laporan sebelumnya dari serial ini:

Hidup dan Mati di Lumbung Batubara Muara Enim

Ambisi Jokowi Bikin PLN Lapar Batubara, Energi Kotor pun Jadi ‘Terbarukan’

Mengakhiri Teror Energi Kotor Batubara

 


Produksi Atmakanta Studio untuk Project Multatuli, 2021.

Produser, Konseptor, dan Sutradara: Kirmizi
Penyunting Audiovisual: Annapurna K.
Penulis: Viriya Singgih
Sinematografi dan Fotografi: Rafael Miku Beding
Asisten Penulis: Hafidz Trijatnika
Pewawancara: Viriya Singgih, Rafael Miku Beding, dan Hafidz Trijatnika
Penerjemah: Viriya Singgih dan Annapurna K.
Penyunting Trailer dan Takarir: Annapurna K.
Publisis: Astaka dan Alfa Gumilang
Sinopsis: Kirmizi dan Viriya Singgih
Transkrip: Annapurna K.

Terima kasih sudah membaca laporan dari Project Multatuli. Jika kamu senang membaca laporan kami, jadilah Kawan M untuk mendukung kerja jurnalisme publik agar tetap bisa telaten dan independen. Menjadi Kawan M juga memungkinkan kamu untuk mengetahui proses kerja tim Project Multatuli dan bahkan memberikan ide dan masukan tentang laporan kami. Klik di sini untuk Jadi Kawan M!