Creative Commons License

Seandainya Aku Seorang Kurir

Ditulis oleh Foto & Teks oleh Video oleh Ditulis oleh Audio oleh
Mawa Kresna

28/06/2021

Raden Siti Latifah masih memeriksa orderan setelah tiba di rumahnya di Condet, Jakarta Timur. (Project M/Felix Jody Kinarwan)

Project Multatuli dan Rupadata berkolaborasi membuat laporan interaktif untuk membuat hitungan gaji kurir. Kamu bisa mencobanya dengan mengikuti dan mengisi alur cerita yang kami buat.

Menjadi kurir bukan pekerjaan mudah. Setiap hari kami harus menjalani hari-hari berisiko di jalanan. Melaju dari jalan besar, masuk ke gang, keluar lagi, tanpa kami sadari sudah puluhan kilometer kami tempuh dan berjam-jam pantat kami menempel di sadel motor. Gaji kecil, status kerja tak jelas, minim jaminan sosial, dan segala risiko ditanggung sendiri. Padahal, kami para kurir adalah garda terdepan dari industri startup. Dan ini adalah ceritaku.

Kembali
Namaku
Sudah beberapa bulan ini aku bekerja sebagai kurir di
Setiap hari aku bekerja lebih dari 8 jam dan menyusuri jalan paling tidak 50km per hari.
Biasanya teman-temanku bisa mengantar 100 paket per hari, itu pun bekerja dari pagi hingga malam. Tapi kalau aku biasanya bisa mengantar paket per hari.
HITUNG

 

Periset: Fajar Nugraha, Viriya Singgih

Penata grafis: Louis Lugas

Tulisan ini adalah bagian dari serial reportase #SekrupKecil di Mesin ‘Big Tech’ yang didukung oleh yayasan Kurawal.