Masyarakat Adat

Serial #MasyarakatAdat adalah bukti dari misi kami untuk melayani yang terpinggirkan dan mengawasi kekuasaan agar tidak ugal-ugalan. Kami mengangkat cerita-cerita dari daerah terpencil di Indonesia, dari orang-orang yang ditinggalkan dan cara hidupnya dikorbankan demi pembangunan. Dalam serial ini, kami juga berfokus pada cerita perempuan adat yang memimpin perjuangan untuk mendapatkan keadilan.

Dukung kami untuk terus menyajikan serial liputan yang melayani masyarakat terpinggirkan dan mengawasi kekuasaan agar tidak ugal-ugalan.

Tuan Rumah yang Dipinggirkan: Umat Marapu Dulu Didiskriminasi Agamanya, Kini Hidupnya Ditekan Proyek Swasembada Gula Jokowi

“Saya baru keluar dari penjara. Dipenjara enam bulan.” Kalimat itu meluncur dari Hapu Tarambiha, seorang penganut Marapu, agama leluhur Sumba. Petani berusia 58 tahun ini dituding merusak tenda PT Muria Sumba Manis (MSM). Bersama Retang Hadambiwa dan Baron Kapenga Tana…

Martha Hebi30 Nov 2021

Perjuangan Sekolah Adat Bowonglangit: Dulu Mereka Panggil Kami Budak, Kini Kami Berdaya

Mau pattang, mau bosi (Walau gelap malam, walau hujan) Mange’tonja assikola (Kami tetap pergi sekolah) Mangetonja assikola (Kami tetap pergi sekolah) E….. Aule Rombele appa minang jago… (Rombongan belajar empat memang jago)  Yel-yel itu selalu digelorakan peserta sekolah adat Bowonglangit, Pattallassang,…

Andi Hajramurni9 Nov 2021

Perlawanan Mama Yani dan Perempuan Gane Menolak Korporasi Sawit Korindo Group

SUATU hari pada 2013, Mama Yani dan sejumlah warga Desa Gane Dalam tengah membangun sebuah masjid baru. Lokasinya di barat kampung, sekitar 250 meter dari masjid tua. Sebelum kedatangan perusahaan sawit, masjid lama menjadi tempat beribadah semua orang. Warga belum…

Saat Generasi Penenun Songke Semakin Tua, Karya Intelektual Perempuan Adat Manggarai ini Kian Suram

“Lumung apa hau ali ata rona eme toe bae dedang songke?” Yovita Hamsia, 52 tahun, mengingat perkataan ibundanya puluhan tahun lalu: Apa yang membuat laki-laki menyukaimu kalau kamu tidak tahu menenun songke?  Saat usia remaja, Yovita dan teman-teman sebaya dia…

Rosis Adir3 Sep 2021

‘Kami Harus Berdarah-Darah’: Menjadi Petani di Tengah Perampasan Tanah, Penyingkiran Hak Masyarakat Adat 

Bertani adalah masa kecil dan masa depan Sobirin di Desa Sukamulya. Orangtuanya menanam padi, cabai, kacang-kacangan, dan semangka di lahan mereka seluas 28 bata atau 392 meter persegi. Sobirin berkeinginan meneruskannya. Akan tetapi, keinginan itu berantakan oleh proyek infrastruktur pemerintahan…

Permata Adinda2 Sep 2021

Kasus Covid-19 Naik, Akses Terbatas, Vaksinasi Minim: Pertahanan Masyarakat Adat Mulai Jebol

Pesawat dari Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, melaju ke wilayah adat Apau Kayan untuk mengantarkan obat-obatan dan masker. Tak ada cara yang lebih cepat dan mudah untuk masuk ke wilayah tersebut selain dengan pesawat. Dengan pesawat pun, masih butuh waktu lebih…

Permata Adinda13 Agu 2021

Ancaman Keragaman Pangan di Maluku Utara: Kala Sagu Tak Lagi Laku

Jam dinding masih menunjukan pukul 06.20 WIT saat Aminah Kader (52), warga kelurahan Goto, Kecamatan Tidore Pulau, Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara bergegas menuju pasar. Dengan menumpang becak motor (bentor), Aminah tak butuh waktu lama untuk sampai di pasar yang…

Mawa Kresna12 Agu 2021

Nestapa Orang Rimba: Dicap Pencuri dan Kelaparan di Kebun Sawit

Orang Rimba hadapi ancaman pangan setelah hutan di Air Hitam digulung untuk program transmigrasi dan industri sawit. Kini mereka menuntut wilayah adatnya kembali. Pada 2015, Meriau mengaku telah bertemu “tuhan”. Dalam pertemuan itu “tuhan” bilang telah menanggapi permintaan Meriau. “Kami…

Hikayat Manusia Modern dan Masyarakat Adat Bertahan Menghadapi Wabah Covid-19: Sebuah Kontras

Arus pembangunan modern di Indonesia telah membentuk persepsi bahwa ekonomi harus terus bertumbuh, dan hal-hal yang tidak mendukung pertumbuhan ekonomi, termasuk pelestarian alam dan adat, patut ditinggalkan atau di-modern-kan. Wabah Covid-19, akan tetapi, memperlihatkan banyak hal bisa dipelajari dari kearifan…

Mawa Kresna26 Jun 2021

Masyarakat Boti & Covid-19: Menolak Bantuan Pemerintah, Bertahan dengan Kemandirian

Masyarakat adat Boti di Timor Tengah Selatan, NTT, gerak cepat saat Covid-19 mengancam provinsi. Kedekatan mereka dengan alam membuat mereka mandiri dan mampu karantina. “Tidak perlu dibantu, negara tidak perlu pusing dengan desa Boti!” Kalimat itu diucapkan Balsasar O.I Benu…

Intan Nuka24 Jun 2021